Tugas
Review Jurnal
Judul
|
Sistem Informasi
berbasis Fingerprint untuk meningkatkan Pelayanan Pendaftaran pasien rawat
jalan.
|
Jurnal
|
Jurnal Ilmiah
Rekam Medis dan Informatika Kesehatan
|
Penulis
|
Tominanto, Warsi
Maryati
|
Volume
|
Vol. 3 No. 2
|
Tahun
|
Agustus 2013
|
Reviewer
|
Rosyi Nurul
Fatihah
|
Tanggal
|
11 April 2016
|
ISSN
|
2086-2628
|
ABSTRAK
Rekam
medis merupakan aspek yang sangat penting bagi rumah sakit, salah satu bagian
dari rekam medis adalah pendaftaran pasien rawat jalan. Sebagian besar pelayanan
pendaftaran rawat jalan di rumah sakit sudah dilakukan secara komputerisasi
namun masih terdapat permasalahan yaitu tentang efisiensi dan efektivitas
pelayanan. Banyaknya pasien yang tidak membawa KIB menjadi faktor utama lamanya
proses pendaftaran dan ketidakakuratan dalam pencarian data pasien. Oleh karena
itu, diperlukan pengembangan sistem informasi berbasis fingerprint untuk
meningkatkan pelayanan pendaftaran pasien rawat jalan. Objek penelitian yang
digunakan sebagai studi kasus unit
pendaftaran pasien rawat jalan di RSUD Sragen. Pengumpulan data dilakukan
dengan metode studi literatur, observasi, wawancara dan dokumentasi. Metode
pengembangan sistem dimulai dari tahap survey sistem, analisis sistem, desain
sistem, pembuatan sistem kemudian implementasi sistem. Sistem informasi
berbasis fingerprint ini dibangun menggunakan bahasa pemrograman Microsoft
Visual Basic 6.0 dengan database SQL Server 2000 dan peralatan tambahan berupa
fingerprint scanner sebagai alat verifikasi identitas pengganti KIB, sehingga
pasien yang tidak membawa KIB tidak akan memperlambat pelayanan. Sistem
informasi ini memiliki kelebihan yaitu dapat mengatasi ketidakakuratan dalam
pencarian data pasien dan mempercepat proses pelayanan pendafataran rawat
jalan.
METODE PENELITIAN
Metode penelitian yang digunakan
adalah metode pengembangan system informasi berbasis komputer yang terdiri dari
tahapan sebagai berikut :
1. Survey Sistem
Kegiatan penelitian atau
pemeriksaan sistem. Tentang bagaimana suatu sistem beroperasi atau berkerja pada
lingkungan kerja nantinya.
2. Analisis Sistem
Penyelidikan terhadap suatu sistem untuk mengetahui keadaan sistem yang sebenarnya.
Penyelidikan terhadap suatu sistem untuk mengetahui keadaan sistem yang sebenarnya.
3. Desain Sistem
Desain sistem merupakan rancangan
atau kerangka sistem yang lengkap sebagai penuntun bagi para programer dalam
mengembangkan aplikasi yang telah dibuat sebelumnya.
4. Implementasi Sistem
Penerapan atau pelaksanaan pembuatan
sistem mencangkup data pembuatan database, program aplikasi dan buku
petunjuk penggunaan program aplikasi yang telah dibuat.
5. Pengujian Sistem
Pada tahap terakhir ini adalah menguji kelayakan system baik program ataupun
keakuratannya.
Latar Belakang Masalah
Seringkali
pada banyak rumah sakit, pasien diminta untuk membuat kartu berobat diloket
yang sudah disediakan. Tak jarang petugas sedikit terlihat repot karena ada
sebagian pasien yang sudah pernah berobat dirumah sakit tersebut tidak membawa
kartu berobat. Dan petugas harus mencari data atau identitas yang pernah
dicatat atau disimpan dikomputer. Untuk mengetahui identitas pasien. Ada pula
yang belum pernah berobat dirumah sakit tersebut dan pasien harus mengisi
beberapa data pribadi meliputi; nama, umur, alamat, nomor telepon. Dan tak
jarang pula dibeberapa rumah sakit, pada bagian loket pendaftran pasien
mengantri pada saat keadaan sedang sakit. Dirasa terlalu banyak waktu untuk
mengisi form kartu berobat, maka diperlukan alat (computer) berbasis system
informasi yang dapat mempercepat pencarian data pasien yang pernah berobat.
Alat tersebut adalah fingerprint atau sidik jari yang mudah digunakan dan dapat
mempercepat pencarian data.
Landasan
Teori
Tugas utama loket pendaftaran adalah:
1. Memberikan informasi yang lengkap kepada pasien
dan keluarganya tentang pelayanan di rumah sakit untuk mempermudah pasien jika
ada keperluan.
2. Mencatat identitas pasien dengan jelas, lengkap
dan benar.
3. Menulis nomor rekam medis pasien pada setiap
lembar dokumen RM sebagai identitas pasien agar dapat mengetahui penyakit apa
yang pernah dialami pasien.
4. Mencarikan nomor RM lama bagi pasien kunjungan
ulang (lama).
6. Membuat kartu berobat dan menyerahkannya kepada
pasien.
7. Mencatat pendaftaran pasien
dalam buku register pendaftaran pasien rawat
Kegiatan yang dilakukan ditempat
pendaftaran pasien untuk berobat adalah mengatur penerimaan dan pendaftaran pasien. Yang berfungsi untuk
mencatat identitas pasien kedalam formulir. Biasanya petugas akan menanyakan
identitas pasien yang akan berobat meliputi: nama, umur, jenis kelamin, alamat
lengkap, pendidikan, pekerjaan, status perkawinan dan nomor telepon (bila ada).
Fingerprint
Fingerprint adalah sistem pengidentifikasi fisik
seseorang dengan menggunakan karakteristik jari yang diidentifikasi daari
guratan-guratan yang terdapat pada jari seseorang. Sidik jari atau fingerprint sangat
ideal untuk digunakan sebagai pengaman dalam melakukan akses kekomputer atau ke
mesin lain. Karena sidik jari antar manusia itu tidak ada yang sama bentuknya
(unik), pasti selalu ada perbedaan pada guratan-guratannya. Dan bahkan tidak
akan pernah berubah sampai usia tua. Dalam fungsi fingerprint dapat di gunakan bermacam-macam pengaplikasian misalnya untuk :
1. Absensi di kantor yang sudah menggunakan sistem biometrik fingerprint a
2. Untuk sistem pengaman laptop
3. Juga dapat di gunalan untuk idenfikasi masalah yang sering di gunakan pada pihak kepolisian untuk menyelesaikan kasus
4. Identifikasi data/identitas pasien pada rumah sakit
1. Absensi di kantor yang sudah menggunakan sistem biometrik fingerprint a
2. Untuk sistem pengaman laptop
3. Juga dapat di gunalan untuk idenfikasi masalah yang sering di gunakan pada pihak kepolisian untuk menyelesaikan kasus
4. Identifikasi data/identitas pasien pada rumah sakit
Rancangan Sistem
Mesin fingerprint juga memerlukan pendataan terlebih dahulu sebelum mulai digunakan. Mesin indentifikasi pasien fingerprint akan mendata dan mendaftarkan sidik jari masing-masing pasien beserta identitas lainnya seperti nama, umur, alamat dll, ke dalam sistem. Sebuah sistem fingerprint scanner memiliki dua pekerjaan, yakni mengambil gambar sidik jari, dan memutuskan apakah pola alur sidik jari dari gambar yang diambil sama dengan pola alur sidik jari yang ada di database.
Mesin fingerprint juga memerlukan pendataan terlebih dahulu sebelum mulai digunakan. Mesin indentifikasi pasien fingerprint akan mendata dan mendaftarkan sidik jari masing-masing pasien beserta identitas lainnya seperti nama, umur, alamat dll, ke dalam sistem. Sebuah sistem fingerprint scanner memiliki dua pekerjaan, yakni mengambil gambar sidik jari, dan memutuskan apakah pola alur sidik jari dari gambar yang diambil sama dengan pola alur sidik jari yang ada di database.
Setelah proses pendataan selesai, rumah sakit dapat menggunakannya untuk identifikasi pasien, yang mana para pasien tersebut wajib menempelkan sidik jari di tempat yang telah tersedia. Kemudian software yang telah terintegrasi akan memproses data yang masuk lebih lanjut. Melalui proses grayscale, yaitu pewarnaan menjadi abu-abu. Dengan tujuan agar gambar terlihat lebih jelas. Kemudian fingerprint akan berkerja, mencari data si pasien, apakah pasien sudah pernah mendaftar atau pasien baru. Jika hasilnya match maka pasien sudah pernah mendaftar maka computer akan menampilkan identitas pasien tersebut.
Implementasi Sistem
Implementasi Sistem
Sistem informasi berbasis
fingerprint ini meningkatkan pelayanan pendaftaran pasien diRumah Sakit dan
mempercepat pengidentifikasian pasien baru atau lama. Yang dibuat menggunakan bahasa pemrograman Microsoft
Visual Basic 6.0 dengan database SQL Server 2000 dan peralatan tambahan berupa fingerprint
scanner.
Tampilan form implementasi untuk
transaksi.
Data pendataran pasien rawat
jalan diinputkan ke form ini dengan menekan tombol Tambah, nomor register akan
muncul secara otomatis, kemudian pilih tombol cari di sebelah kotak isian ID
Finger untuk memverifikasi apakah sidik jari pasien sudah didaftarkan atau
belum.
Jika hasilnya macth (cocok),
secara otomatis form pendaftaran akan terisi data pasien. Jika hasilnya not
found (tidak ditemukan), maka akan muncul form registrasi data sidik
jari.
Setelah form registrasi
data sidik jari tampil, klik tombol Tambah untuk menambah record data
sidik jari. Nomor rekam medis dapat diisi dengan melakukan pencarian data
pasien untuk pasien lama atau dapat menginput nomor rekam medis untuk pasien
baru dengan klik tombol Input Pasien.
Kemudian klik tombol Simpan, maka akan muncul form registrasi Templates
sidik jari.
Tekan Cancel untuk membatalkan
registrasi sidik jari atau klik tombol OK untuk kembali ke form pendaftaran
dan secara otomatis menampilkan data yang telah diinputkan.
Dan inilah hasil dari registrasi
pasien yang sudah diinput identitas beserta rekam medisnya. Jika diklik preview
maka akan muncul tampilan seperti dibawah ini.
![]() |
| Laporan pendaftaran per pasien.. |
![]() |
| Laporan pendaftaran per dokter. |
![]() |
| Laporan pendaftaran perdiagnosis. |
![]() |
| Laporan pendaftaran pertindakan. |
![]() |
| Laporan pendaftaran per poliklinik. |
![]() |
| Laporan pendaftaran per wilayah. |
Kekurangan
Pada umumnya, mesin sidik jari memiliki kekurangan pada proses pendeteksian dan pendataan sidik jari. Mesin jenis ini cenderung mengalami error atau proses yang lambat apalagi jika sidik jari yang sedang dideteksi dalam kotor, basah, atau berkeringat. Dengan kata lain, mesin absensi fingerprint sangat sensitif. Error atau masalah seperti ini bisa saja membawa dampak buruk pada kondisi mesin itu sendiri maupun pasien.
Kelebihan
§ Penggunaanya yang praktis dan simpel. Pasien dapat langsung membuktikan apakah pasien lama atau baru dengan cara menempelkan salah satu jari atau seluruh jari tangannya pada layar/monitor yang telah tersedia pada mesin.
§ Pendataan lebih akurat. Tidak lagi repot mencari data pasien menggunkaan waktu yang lama.
§ Kapasitas pengguna yang banyak/tak terbatas. Mesin absensi fingerprint dapat menampung banyak data.
Komentar
Secara keseluruhan jurnal ini
terlihat sangat baik. Cara menyampaikannya kepada pembaca dapat dengan mudah
diterima dan dimengerti. Dengan tambahan flowchart identifikasi jalannya proses
fingerprint dapat dengan mudah dipahami pembaca.
Kesimpulan
Sistem informasi berbasis fingerprint
yang dibangun dengan menggunakan bahasa pemrograman Microsoft Visual
Basic 6.0 dengan database SQL Server 2000 dan peralatan tambahan
berupa fingerprint scanner ini telah berjalan dengan baik dan dapat
mengatasi ketidakakuratan dalam pencarian data pasien, menjadi lebih akurat serta
mampu mempercepat proses pelayanan pendafataran rawat jalan. Penggunaanya
yang praktis dan simpel. Pasien dapat langsung membuktikan apakah
pasien lama atau baru dengan cara menempelkan salah satu jari atau seluruh jari
tangannya pada layar/monitor yang telah tersedia pada mesin.
Nama : Rosyi Nurul Fatihah
NPM : 19114822
Kelas : 2KA41












Sukses terus buat rosyi nurul, posnya bermanfaat nich!! Hehe
BalasHapusIya terimakasih.
Hapusmb rosyi boleh dong sharing soal program ini, pengen banget ambil kti ini
BalasHapusaku adik tingkat kamu mb
bagus banget, kalo bisa sekalian dasar hukumnya juga di sertakan
BalasHapusMbak rosi, info dong koneksi dengan vb nya gimana ya mbak? Atau kalo bisa kaaih sedikit source codenya mba...
BalasHapusTerima kasih